Air Mineral Dalam Kemasan : Tidak Hanya Kemasannya, Isinya Juga Merupakan Suatu Permasalahan Lingkungan

Pencemaran lingkungan menjadi sebuah permasalahan yang sering terjadi di lingkungan masyarakat, contohnya banyak limbah-limbah rumah tangga hingga limbah yang tidak bisa didaur ulang seperti sampah plastik. Sampah plastik sendiri sudah menjadi permasalahan utama dari pencemaran lingkungan dikarenakan sampah tersebut tidak dapat diuraikan. Kondisi ini di Indonesia semakin memburuk disebabkan oleh tidak adanya pengelolaan daur ulang sampah plastik dan pendampingan kepada mitra-mitra yang bersangkutan. Mengutip dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2021, limbah plastik Indonesia telah mencapai angka 66 juta ton per tahun. Selain dikarenakan oleh tidak adanya pengelolaan daur ulang sampah plastik, hal ini dapat terjadi dengan faktor utamanya yaitu masih banyak sekali kemasan makanan maupun minuman di Indonesia yang menggunakan plastik sekali pakai. 

Seperti halnya air mineral kemasan yang masih sering kita konsumsi dengan kemasan plastik sekali pakai, namun beberapa merk terkenal dari air mineral sudah menemukan solusi dari pencemaran lingkungan akibat limbah sampah plastik tersebut dengan cara menggunakan plastik daur ulang, dalam setiap kemasan botol tertulis “Botol ini dapat terbuat dari plastik daur ulang dan 100% dapat didaur ulang. ….”. 

Akan tetapi, apakah dengan adanya penggunaan kemasan dari plastik daur ulang dapat menjadi solusi dari pencemaran lingkungan? Jawabannya adalah iya dan tidak. Iya untuk sebuah solusi dari pencemaran lingkungan akibat sampah plastik dan tidak untuk air yang dapat kita minum di dalam kemasan tersebut. Mengapa demikian? Karena pada faktanya air yang digunakan untuk air mineral kemasan tersebut diambil langsung dari sumber mata air pegunungan.

Hal ini dapat menyebabkan pencemaran serta kerusakan lingkungan alam dikarenakan air yang berasal dari sumber mata air pegunungan tersebut dapat habis atau dapat dikatakan bahwa air tersebut adalah sumber daya alam tidak terbarukan. 

Selain kerusakan dan pencemaran lingkungan, adanya pabrik yang terletak di sumber mata air tersebut tentu saja sangat merugikan bagi masyarakat sekitar, dimana sumber mata air tersebut yang tadinya merupakan satu-satunya sumber air yang digunakan masyarakat sekitar untuk kehidupan sehari-hari kini menjadi milik sebuah perusahaan dan masyarakat sekitar tidak dapat menggunakan sumber mata air tersebut. 

Kemudian situasi pada saat ini sumber mata air yang digunakan merk tersebut diketahui sudah hampir habis, padahal sumber mata air tersebut tadinya merupakan sumber ‘kehidupan’ masyarakat sekitar. Pada keilmuannya sumber mata air tersebut berasal dari air tanah yang melalui berbagai proses alami untuk menjadi air yang aman dikonsumsi. 

Namun pada kondisi alam belakangan ini dengan cuaca panas yang ekstrim dan iklim yang tidak menentu sangat tidak memungkinkan untuk siklus air tanah tersebut berjalan dengan lancar, maka dari itu mengapa air pada sumber mata air dapat dikatakan habis. Sampai saat ini baik dari pihak perusahaan tersebut maupun pemerintah belum ada solusi untuk menangani permasalahan kerusakan lingkungan tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TIPS&TRICKS BERMAIN CALL OF DUTY MOBILE MODE BATTLE ROYALE